Adab-adab Menuntut Ilmu

Shahih Tafsir Ibnu Katsir
Kisah Nabi Luth dan Kaumnya
February 19, 2016
Khalid-bin-Walid
Khalid bin al-Walid
October 18, 2017

Adab-adab Menuntut Ilmu

Adab-adab Menuntut Ilmu

Calon Jamaah Haji Padati Kajian Sunnah Berbahasa Indonesia

ADAB-ADAB PENUNTUT ILMU.

 

  1. Hendaknya membersihkan hati dari segala kotoran hati agar memudahkannya dalam mendapatkan ilmu, menghafalkannya, dan mengembangkan ilmu tersebut.

  1. Hendaknya memutuskan hubungan dengan kesibukan-kesibukan yang dapat mengganggu konsentrasinya dalam rangka memudahkan untuk mendapatkan ilmu, dan ridha dengan sedikitnya makanan serta bersabar atas sempitnya kehidupan.

  1. Hendaknya tawadhu’ (rendah hati) terhadap ilmu yang dipelajarinya, begitu juga terhadap gurunya. Sehingga dengan sikap tawadhu’nya itu ia akan mendapatkan ilmu.

  1. Hendaknya melihat gurunya dengan pandangan penuh penghormatan dan meyakini kesempurnaan dan kelebihan ilmu yang dimiliki gurunya disbanding kebanyakan orang yang sekelas dengannya.

  1. Lebih mendahulukan keridhaan gurunya, meskipun harus menyelisihi pendapat pribadinya dan tidak boleh untuk mengunjungi sang guru tanpa ada izin darinya.

  1. Hendaknya datang (ke majelis gurunya) dengan penuh keseganan, mengosongkan hati dari segala kesibukan, membersihkan giginya dengan siwak, mencukur kumisnya, menggunting kukunya dan memakai wangi-wangian untuk menghilangkan bau yang tidak sedap.

  1. Hendaknya memberikan salam kepada seluruh orang yang hadir dalam suatu majelis ilmu dengan suara yang dapat didengarkan seluruh hadirin dan mengkhususkan bagi gurunya tambahan sikap penuh penghormatan.

  1. Hendaknya tidak melangkahi pundak orang-orang yang hadir di majelis dan tidak memaksa orang lain untuk meninggalkan tempat duduknya.

  1. Hendaknya bersikap sopan terhadap teman-temannya ketika menghadiri suatu majelis, karena sikap sopan terhadap mereka berarti sikap sopan terhadap gurunya dan penghormatan terhadap majelisnya.

  1. Hendaknya sopan dalam mengajukan pertanyaan dan membaguskan susunan kalimatnya, tidak merasa malu untuk menanyakan apa-apa yang belum dia mengerti.

  1. Bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu di setiap kesempatan baik malam maupun siang hari, baik ketika mukim ataupun sedang bepergian.

 

 

 

 

 

 

 

 

Artikel ini diambil dari buku

Adab Harian Muslim Teladan

Adab-Harian-Muslim-Teladan

Segala hal telah diatur dan ditata secara rapi di dalam Islam, dari perkara yang paling kecil hingga yang paling besar. Aktifitas keseharian yang oleh kebanyakan orang dianggap sebagai hal sepele dan rutinitas biasa, tidak luput dari perhatian Islam dan tuntunan Nabi shallallahu Alaihi Wasallam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

%d bloggers like this: