Adab-adab Menuntut Ilmu
Adab-adab Menuntut Ilmu
February 27, 2017

Khalid bin al-Walid

Khalid-bin-Walid

Sesungguhnya Khalid adalah pedang yang Allah hunuskan kepada kaum musyrikin.

KHALID BIN AL-WALID

 

“Khalid bin al-Walid

adalah salah satu dari pedang-pedang Allah

yang dihunuskan-Nya kepada kaum musyrikin.”

(Muhammad, Rasulullah )

 

Suatu hari, Abu Bakarpernah berkata:

“Kaum wanita tidak mampu lagi melahirkan orang seperti Khalid.”

 

Inilah dia, hari-hari terus berlalu dan tahun demi tahun terus berlangsung, namun kita sama sekali tidak pernah melihat ada seseorang yang sepertinya, padahal umat sangat membutuhkan adanya Khalid yang lahir setiap hari untuk membawa panji Islam yang telah terjerembah sejak puluhan tahun lalu dan belum menemukan orang yang akan membawanya.

Melalui seorang Khalid, Allah menganugerahkan kepadanya (kemampuan) untuk menaklukkan negeri-negeri, menggebrak benteng-benteng dan menghancurkan kekufuran.

Nah, bagaimana seandainya jika seluruh umat ini seperti Khalid?

Sungguh aku teringat saat kenangan membuat tak bisa tidur

Sebuah kejayaan yang terlahir di tangan kita telah kita sia-siakan

Aku menuju Islam di suatu negeri

Engkau temukan ia seperti burung yang kedua sayapnya terpotong

Betapa banyak tangan yang mengalihkan kita sebagaimana kita mengalihkannya

Lalu jadilah kita milik bangsa yang kita jadikan raja

Di masa lalu barat meminta petunjuk lalu ia memberikan petunjuk sedang kita dahulu pernah memiliki masa lalu yang kita lupakan

Kita berjalan di belakang barat dengan mengambil dari cahayanya, lalu kita terkena percikan-percikannya

Demi Allah, tanyakanlah di balik laut Romawi tentang bangsa Arab

Di waktu yang lalu mereka di sini, sedang hari ini telah kelelahan

Singgahlah di Damaskus yang masjidnya berupa alat-alat batu besar

Tentang siapa yang membangunnya, semoga saja batu besar itu berbela sungkawa padanya

Inilah simbol-simbol bisu, masing-masing darinya tegak berceramah dengan mulut terbuka lebar

Hanya Allah Yang Maha tahu apa yang dibolak-balikkan riwayat hidup mereka

Suatu hari, aliran air matanya telah keliru

Duhai orang yang melihat ‘Umar ditutupi pakaiannya

Minyak adalah lauknya sedang gubuk tempat bernaungnya

Kisra bergetar di atas singgasananya penuh kekhawatiran karena rasa takut, padahal para raja Romawi merasa gentar terhadapnya

Wahai Rabb-ku, kirimkanlah kepada kami orang-orang seperti mereka

Menguatkan kembali untuk kami kejayaan yang telah kami sia-siakan

(Shadaquu Maa ‘Aahaduu, (hal. 118).

Sahabat-sahabat Rasulullah 1 Set Rp. 340.000,- Pemesanan Hubungi : 0821-1405-4031 - Mereka adalah sebaik-baik makhluk ciptaan Allah setelah para Nabi

Sahabat-sahabat Rasulullah 1 Set Rp. 340.000,- Pemesanan Hubungi : 0821-1405-4031 – Mereka adalah sebaik-baik makhluk ciptaan Allah setelah para Nabi

Inilah dia, demi Allah, kita akan memadu janji yang sudah lama dinanti-nanti bersama tokoh keagungan dan kekuatan Islam.

Seorang laki-laki yang dengannya Allah mengangkat urusan-urusan penting kaum muslimin dan panji-panji Islam sehingga berkibar tinggi melawan bintang-bintang orion.

Ia adalah Khalid bin al-Walid, sang pedang Allah Ta’ala,

ksatria kaum muslimin, singa pertempuran, as-sayyid, imam, pemimpin besar dan panglima para mujahidin, Abu Sulaiman al-Qurasyi al-Makhzumi al-Makki, putra saudara perempuan Ummul Mukminin, Maimunah binti al-Harits.

Ia berhijrah sebagai seorang muslim pada bulan Shafar, tahun ke 8 H, kemudian ikut serta dalam perang Mu’tah. Tiga ‘Umara’ [panglima] pilihan Rasulullah gugur sebagai syahid dalam perang

tersebut. Mereka adalah mantan budak beliau, Zaid bin Haritsah, kemudian sepupu beliau, yaitu Ja’far bin Abi Thalib yang memiliki julukan Dzul Janahain (pemilik dua sayap) dan Ibnu Rawahah .

Setelah itu, terjadi kekosongan dalam kepemimpinan pasukan. Maka Khalid berinisiatif memimpin langsung mereka dan mengambil panji serta menyerang musuh. Akhirnya kemenangan pun diraih. Nabi menamainya Saifullah (pedang Allah), lalu beliau bersabda:

“Sesungguhnya Khalid adalah pedang yang Allah hunuskan kepada kaum musyrikin.”

 

Ia juga ikut serta dalam penaklukan Makkah dan perang Hunain.

Semasa hidup Nabi, ia sering menjadi panglima. Tameng-tameng dan perisai-perisainya ditahan (diwakafkan)nya di jalan Allah. Ia memerangi orang-orang yang murtad dan Musailamah, berperang ke

Irak dan menampakkan kekuatannya, kemudian menerobos daratan langit di mana ia berhasil memotong jarak tempuh dari perbatasan Irak hingga awal negeri Syam hanya dalam waktu lima malam saja bersama pasukannya. Ia juga ikut serta dalam peperangan di tanah Syam. Tidak tersisa di jasadnya walau sejengkal pun melainkan ia memiliki stempel para syuhada.

 

Predikat-predikat baiknya banyak sekali. Ash-Shiddiq

mengangkatnya sebagai pemimpin dari para pemimpin prajurit. Ia hadir di Damaskus, lalu bersama Abu ‘Ubaidah berhasil menaklukkannya.

Ia hidup selama enam puluh tahun dan telah membunuh banyak ksatria gagah berani, namun ia wafat di atas tempat tidurnya. Maka tidak akan pernah sejuklah mata para pengecut2.

Ia wafat di Himsh (Syria), tahun 21 H.

(Siyar A’laamin Nubalaa’, karya adz-Dzahabi [I/366-367].)

 

%d bloggers like this: